Klinik Fertilitas NUWA
Tanggal Update Terakhir2025-10-23
Di usia 40 tahun, ingin menjadi seorang Ibu tidaklah mudah bagi calon Ibu ini. Memendam kesedihan dari proses IVF sebelumnya membuat ia tak sanggup untuk mencobanya lagi. Meskipun masih memiliki stok embrio yang sudah dibekukan, luka mendalam dari dua kegagalan prosedur bayi tabung (IVF) sebelumnya telah meninggalkan trauma yang cukup besar baginya. Tetapi berkat dukungan dan dorongan yang tulus dari keluarga serta kerabat dekat, ia akhirnya berhasil bangkit dari trauma itu dan berani tuk mencoba program bayi tabung lagi. Pasangan ini rela menempuh perjalanan dari Kota Kaohsiung menuju Klinik Fertilitas NUWA di Kota Taichung, demi mewujudkan impian mereka itu.
Dr. Wang Huai-Ling secara pribadi melakukan evaluasi medis yang sangat teliti kepada pasangan ini, dan setelah meninjau dengan detail, Dr. Wang menyusun rencana promil khusus, dan dirancang secara personal sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh mereka.
Dari promil khusus itu, membuahkan hasil yang sangat positif. Ada sebanyak 15 sel telur berhasil dikumpulkan dan kemudian berkembang menjadi 3 embrio sehat. Namun, tantangan barupun muncul setelah dilakukan pemeriksaan screening kromosom PGT-A (PGS). Hasil laporan medis tersebut menunjukkan bahwa 2 dari 3 embrio tersebut teridentifikasi sebagai “embrio mosaik”. Menegaskan bahwa masih ada tantangan lain yang harus dihadapi sebelum mimpi mereka itu bisa di wujudkan.
Di tengah rencana itu para tim medis NUWA tidak menyerah untuk mencari jalan keluar agar pasangan ini bisa mewujudkan impian mereka.
Apakah embrio mosaik bisa sukses implantasi?
Awalnya pasangan tersebut sempat ragu untuk menggunakan embrio itu karena hasil "embrio mosaik” yang sepertinya tidak menjanjikan. Namun, melalui konsultasi yang detail dengan tim medis NUWA, mereka akhirnya mengetahui bahwa embrio-embrio mosaik itu bukanlah sebuah kegagalan. Melainkan embrio mosaik sendiri merupakan embrio yang memiliki kombinasi antara kromosom normal dan kromosom abnormal yang masih memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi bayi yang sehat.
Akhirnya kabar bahagia yang dinanti-nantikan datang juga, kehamilan pasangan tersebut berjalan dengan stabil, dan sang calon ibu kini telah resmi "LULUS" pada usia kehamilannya yang beranjak 10 minggu. Mereka kini bersiap untuk menyambut keajaiban kecil mereka itu.
Memaksimalkan potensi kehamilan: Memahami apa itu embrio mosaik. Peran krusial kromosom dalam keberhasilan IVF.
Setelah diskusi yang panjang dan mendetail, pasangan ini memutuskan untuk melanjutkan proses bayi tabung mereka (IVF) dengan menggunalan "low mosaic embryo" (embrio mosaik tingkat rendah). Selain karena embrio ini memiliki kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri (self-repair) selama masa perkembangan, embrio ini memiliki potensi yang lebih tinggi dibandingkan embrio yang lain untuk tumbuh menjadi bayi yang sehat.
Bagi para calon orang tua, ini merupakan opsi yang bisa dipertimbangkan saat melakukan program bayi tabung (IVF). Tentu saja, pilihan ini harus selalu diambil di bawah bimbingan dan persetujuan dokter masing-masing.
Diperjalanan promil pasangan tersebut, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya tim medis NUWA yang selalu mendampingi. Dan tentunya, tim medis NUWA juga dengan profesional membantu dengan detail semua kebutuhan dari pasangan tersebut. Disetiap diskusi dan perubahan jadwal medis mereka, tim medis NUWA selalu dengan cekatan dan semangat membantu dalam mewujudkan impian mereka.
Kisah pasangan ini dapat menjadi bukti nyata bahwa meski hanya dengan satu embrio, keajaiban itu pasti akan datang. Terus semangat dan pantang menyerah adalah kunci utama! Tim medis NUWA juga tidak mudah menyerah. Walaupun hanya dengan setitik kecil harapan, mereka percaya bahwa harapan kecil itu mampu tumbuh menjadi kebahagian besar yang tak ternilai harganya.
Baca Selengkapnya:
👉🏻Apa itu Program Bayi Tabung (IVF)? Pahami proses, biaya, dan tingkat keberhasilannya disini